BatikHitam - 18 images - koleksi gambar batik motif corak batik terlengkap indonesia kain, 30 model long dress batik kombinasi brokat modern polos, 74 inspirasi gambar batik jombang gambar batik, material yang dibutuhkan untuk Batikadalah gambar dari budaya kerajinan tinggi orang Indonesia. Penelitian ini menggunakan. KAJIAN PERKEMBANGAN DESAIN, WARNA DAN NILAI MOTIF KEMBANG KOPI PADA BATIK TULIS di BANGKALAN MADURA, TAHUN 2005-2015. Ars: 37 Sketsa Motif Batik Unik, Gambar Batik. gambar batik Indonesia merupakan negara yang kaya akan tempat wisatanya yang indah, Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki banyak pantai, gunung, dan wiasata lainya yang bisa dijadikan salah satu destinasi wisata yang menarik. 37+ Sketsa Motif Batik Unik, Gambar Batik bukan hanya gambarnya BeliBaju Motif Online terdekat di Jombang berkualitas dengan harga murah terbaru 2021 di Tokopedia! Pembayaran mudah, pengiriman cepat & bisa cicil 0% . JOMBANG, – Istimewa, ajang penganugerahan penghargaan para creator batik dari Kabupaten Jombang oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah, pada Selasa 01/12/2020 di Balai Desa Jatipelem Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dalam acara tersebut dihadiri langsung Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Dardak beserta pejabat Provinsi Jatim juga Kabupaten Jombang, Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yayasan Batik Indonesia, Asosiasi Perajin Dan Pengusaha Batik Indonesia, Perkumpulan Warna Alam Indonesia, Komunitas Batik Surabaya Kibas, serta Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur. Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengucapakan terimakasih kepada IKM Batik di Kabupaten Jombang yang terus berkarya dan melestarikan Batik Jombang. Sumrambah berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini menjadi pendorong bagi pelaku usaha batik untuk terus meningkatkan kreatifitas dalam melestarikan batik khas asli Jombang. “Batik Jombang mampu menjadi ikon Kabupaten Jombang. Dan tugas kita bersama, yakni para Kepala OPD lingkup Pemkab Jombang adalah turut mempromosikan dan menggunakan batik produk lokal Jombang,”ujar Sumrambah. Tidak hanya Batik, Wabup Sumrambah juga mempromosikan menu kuliner Jombang mulai lodeh kikil, hingga durian Bido Wonosalam. Sumrambah didampingi istrinya Wiwin Sumrambah yang juga ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, menyerahkan tali asih berupa batik khas Jombang kepada Arumi Dardak, yang tak lain istri Wagub Jatim Emil Dardak. “Alangkah bahagia dan bangganya jika batik khas Jombang ini dipakai oleh Ibu Arumi Dardak. Sehingga batik Jombang ini akan menjadi batik tercantik di Jawa Timur,”tutur Sumrambah. Arumi Bachsin dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada 13 Kreator Batik yang telah menerima apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Menurut Arumi torehan torehan perajin batik kedepan bisa menjadi cerita sejarah. Dikatakan, agar para perajin batik tetap eksis dan survive bisnisnya, kuncinya adalah kolaborasi. Karena saat ini yang berkolaborasi itulah yang akan mampu berkembang. Dicontohkan kolaborasi antara perajin batik, dengan yang ahli pemasaran, dengan ahlinya desainer. Sehingga produk batik akan berkualitas, berdayasaing dan pemasarannya bagus. Ketua Dekranasda Jatim ini, juga berharap pandemi Covid-19 harus dijadikan titik balik untuk merubah skema perdagangan skema pemasaran. “Di era digital ini perajin batik harus terus meningkatkan daya saing,”tandas Arumi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang, Bambang Nurwiyanto mengatakan, terdapat 25 IKM batik yang tergabung dalam Perkumpulan Batik Arum Jombang PBAJ. Terdapat 13 kreator batik yang menciptakan 25 motif dan telah memiliki sertifikat hak cipta yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Upaya peningkatan kualitas IKM Kabupaten Jombang terus menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Jombang dalam mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing. “Pemberian penghargaan kepada kreator batik di Jombang ini, merupakan bentuk dari dukungan pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengapresiasi dan menumbuh kembangkan industri kecil menengah di Kabupaten Jombang khususnya IKM batik,”tutur Bambang Nurwiyanto. Dikatakan Bambang, dengan meningkatkan daya saing produk IKM Kabupaten Jombang, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang selanjutnya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Jombang. “Dengan adanya fasilitas kegiatan ini pelaku usaha batik di Jombang dapat terus meningkatkan kreatifitas dan produksinya. Sehingga batik Jombang dapat dikenal secara nasional maupun internasional,”pungkasnya. Para kreator batik yang menerima penghargaan adalah sebagai berikut 1 . Ririn Asih Pindari – Tower Ringin Contong Motif tower Ringin Contong, Sebagai simbol kota Jombang yang menaungi dan mengayomi masyarakat Jombang. Kubah masjid, melambangkan Jombang sebagai kota santri di mana mayoritas penduduk Jombang yang beragama Islam. Candi Arimbi, merupakan situs peninggalan kerajaan mojopahit yang ada di Kabupaten Jombang dan candi ini sering juga disebut “Cungkup Pulo”. Ragam Hias Bunga & Daun, melambangkan kota Jombang yang adem ayem tentrem penuh kedamaian. 2. Kusmiasih – Kharisma Kehidupan, Sarang Madu, Lereng Sari, Kembang Setaman Kharisma Kehidupan. Lingkaran besar, sedang, kecil adalah lambang hubungan masyarakat atas, menengah, dan kecil/bawah yang saling berkaitan dan mempunyai kebutuhan pokok yang sama, sandang, pangan dan papan. Kharisma adalah keadaan atau bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir given. Sehingga hal ini menimbulkan keadaan yang berbeda-beda antara kehidupan manusia yang satu dengan yang lainnya. Pesan yang terkandung dalam motif ini adalah kita sebagai manusia harus bahagia menerima apa yang sudah ada dalam diri kita. Keadaan/bakat/hoki tergantung persepsi diri, bukan berdasar apa yang tidak kita miliki. 3. Akhmad Robitoh – Pamor Pamor Pamor berasal dari nama Desa Parimono. Pa yang berarti padi. Mor mempunyai arti Moro datang. Hal ini bisa juga diartikan sebagai keberkahan yang datang dari Tuhan. Rejeki setiap insan sudah ada takarannya, tidak perlu resah tidak perlu serakah. Semua akan datang sesuai takaran dan usaha yang kita jalankan. 4. Nusa Amin – Mojo Wijoyo Mojo merupakan tumbuhan yang menjadi ikon kerajaan Majapahit. Selain itu buah mojo juga kaya akan manfaat, seperti untuk pengobatan, digunakan sebagai alat ukur, ataupun agar lingkungan menjadi rindang. Bunga Wijaya Kusuma perlambang dari wahyu keraton bagi penguasa. Sehingga para calon Raja di tanah Jawa yang akan naik tahta diharuskan memetik bunga Wijaya Kusuma. Dan apabila sang calon raja tersebut berhasil mendapatkannya maka diyakini sang raja akan membawa kejayaan bagi kerajaan yang dipimpinnya. Selain itu bunga wijaya kusuma juga bisa bermakna bunga kejayaan. Dalam pewayangan Bathara Kresna sang titisan dewa Wisnu sang pemelihara alam semesta menggunakan bunga ini sebagai senjatanya, dewa yang penuh kebijakan. Dari berbagai mitos dan atau maka yang terkandung di dalam motif Mojo Wijoyo adalah harapan bagi para pemakainya senantiasa dilimpahkan kebijakan dalam segala tindakan sehingga membawa keberkahan bagi alam semesta. 5. Sutrisno – Kayu Jati Glondong, Tamping Pakarti, Wono Sekar Tamping Pakarti. Motif batik ini berasal dari kata Tamping yang berarti batasan dan Pakarti yang berarti pekerjaan. Mempunyai makna bahwa dalam berusaha/bekerja harus berlandaskan pada asas-asas/norma -norma yang berlaku. Bukan sebaliknya, usaha dengan cara kotor harus dihindari. Dengan harapan nafkah yang diberikan kepada keluarga adalah nafkah yang halal dan berkah sehingga bisa membangun keluarga yang sejahtera lahir dan batin. 6. Tarniati – Sumber Keindahan Bunga melambangkan keindahan. Air mengalir melambangkan rezeki yang terus mengalir tiada henti. Hal ini bisa dimaknai bahwa hidup itu akan senantiasa indah sebagaimana bunga yang bermekaran apabila dipenuhi rasa syukur akan rejeki yang hadir pada diri setiap hari. Kebahagian itu tergantung persepsi. 7. Tri Lukaswati – Rumpun Tebu Gambar utama tebu menunjukan Tebuireng yang merupakan pusat pendidikan Islam pertama di Jombang, warna dasar hijau jg menunjukan kaum ijo atau kaum santri sekaligus menunjukan kalau Jombang Kota santri, Sedangkan warna kuning melambangkan kebijaksanaan, seperti warna padi yg semakin menguning semakin merunduk, semakin dewasa semakin bijaksana. Gambar rumput merambat melambangkan semangat dan kesatuan masyarakat desa Jatipelem yang seperti rumput yang bisa tumbuh dimana-mana . Bisa hidup dimanapun. Dan sesuai filosofi rumput meskipun di bawah dan kecil. Tetapi bisa terus hidup dan berkembang luas, menunjukan kerukunan umat beragama yang selaras serasi di Kota Jombang. 8. Nurul Hidayat Sentono Pelem Inspirasi dari Dusun Pelem. Pelem itu sendiri adalah mangga yang sudah masak/matang. Pelem diambil dari serapan makna faklam yang bisa diartikan “maka ketahuilah”. Sedangkan sentono bisa diartikan sebagai abdi. Dan sifat-sifat moral abdi itu tentang kesetiaan dan kebaktian. Hal ini dapat menyiratkan makna yang terkandung dalam motif ini adalah tentang ketahuilah bahwa manusia diciptakan sebagai hamba Tuhan. Sebagai seorang hamba/abdi harus menjaga sifat-sifat moral yang seharusnya diperintahkan oleh tuannya yakni Tuhan Yang Maha Esa. Berbuat sesuai petunjuk-Nya dan menghindari hal-hal yang dilarang. 9. Dra. Nunuk Rachmawati MSi -Besutan, Pesona Jombang Motif batik “Pesona Jombang” ini adalah coretan canting gambaran lambang kemakmuran masyarakat Jombang yang tertuang dalam lembaran kain katun pilihan yang nyaman dan lembut. Jombang sebagai kota santri yang terkenal dengan ikon ringin contong, sebagai titik nolnya kota Jombang. Memiliki tanah subur yang mampu meningkatkan komoditas pertanian, perkebunan maupun hasil hutan. Komoditas andalan pangan kabupaten Jombang yaitu padi, jagung, dan kedelai. Besarnya produksi menempatkan Jombang sebagai daerah swasembada pangan di Jawa Timur. Sedangkan komoditas andalan perkebunan kabupaten Jombang yaitu cengkeh, daun tembakau, tebu, yang mana Alhamdulillah tebu petani sudah mampu memenuhi kebutuhan dua pabrik gula di kota Jombang yaitu PG Jombang Baru dan PG Cukir. Wonosalam adalah sentra penghasil buah durian bido yang terkenal manis dan lezat. Selain itu 20% wilayah Jombang merupakan kawasan hutan produktif yang banyak menghasilkan kayu jati, yang kemudian dimanfaatkan untuk furniture/mebel dan kusen. Kerajinan khas Jombang yang merambah pasar luar negeri yaitu industri kerajinan manik-manik kaca, dari Kecamatan Gudo, Jombang. 10. Kusdiawan -Gapura Candi Gapura candi Candi mulyo merupakan sebuah nama desa di Kabupaten Jombang Propinsi Jawa Timur. Nama candi diambil karena dalam lokasi Candi Mulyo ada sebuah candi peninggalan Mojopahit, yang sekarang oleh masyarakat dikubur dan tidak dipublikasikan. Dengan adanya motif batik gapura candi ini dan pesan tersirat yang ingin disampaikan adalah agar masyarakat tahu sejarah terbentuknya Desa Candi Mulyo yang ada di Kabupaten Jombang. 11. Khoiriyah – Gagar Mayang Gagar Mayang “nama jarit pakaian bidadari di kahyangan yang tergolong cantik”, jaritnya menunjukkan lambang keserasian dan anggun. Gagar Mayang hiasan janur pernikahan yang melambangkan awal terjadinya cinta lahirnya manusia. 12. Lilik Sri Rahayu- Ceplok-Ceplok Jatipelem Ceplok-ceplok jati pelem terdapat beberapa motif yang mendasarinya, yakni daun jati dan daun pelem dan kombinasi dasar kawung. Kombinasi nama jati dan pelem membentuk atau terinspirasi dari nama Desa Jatipelem. Selain itu mempunyai makna tentang kekuatan keteguhan dan keindahan seperti halnya makna yang terdapat pada pohon jati. Sedangkan kawung berasal dari kata suwun yang berarti kosong. Kosong dari hasrat duniawi sehingga mampu mengendalikan diri secara sempurna. Menjalankan kehidupan sesuai kehendak alam. Dalam cerita pewayangan semar sang manusia bijak selalu mengenakan motif kawung dalam kesehariannya. 13. Sugiyono- Kwungrambat. Turonggo Sentulan, Gandrung Njombang, Dandelion, Mojoduwur, Parang Jombangan, Tambak Mawar Biru Gandrung Njombang Terinspirasi dari cerita “Besut Rusmini” dipadu padankan dengan cerita pembatik di Jombang. Filosofi “Besut Rusmini’ sendiri merupakan perjalanan dalam meniti karir di dunia seni budaya hingga bisa berhasil hidup bahagia. Di sisi lain juga bagaimana perjuangan dalam melakukan syiar budaya, termasuk unsur spiritual kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. MOTIF BATIK DAERAH JOMBANG Batik Jombang Batik yang satu ini masih terbilang baru, di mana baru dikembangkan pada tahun 2000. Pada awal perkembangannya, motif batik Jombang banyak yang menggunakan motif tawang dan kaning dengan warna dasar yang sangat khas kota Jombang, yakni merah dan hijau jombang, ijo abang alias hijau dan merah. Peggunaan batik Jombang sendiri memang masih tidak terlalu familier di pasaran, jadi tidak heran kalau tak banyak yang mengetahuinya. Batik Tuban Sebagai salah satu kota di pesisir utara pulau Jawa, Tuban tidak ketinggalan dalam mengembangkan desain batiknya sendiri. Dalam perkembangannya, batik Tuban memperoleh pengaruh yang sangat besar dari kebudayaan Cina. Hal itu tergambar dalam motif lok chan yang sangat familier di kota ini. Motif lain yang terkenal di kota Tuban ini antara lain adalah motif macanan dan guntingan. Dalam penggunaan warna, dulunya Batik Tuban banyak menggunakan warna seperti biru indigo, merah mengkudu, hitam serta putih kekuningan. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan warna pun terus bertambah di mana terdapat pula batik Tuban yang menggunakan warna putihan latar putih dengan hiasan biru tua dan hitam, warna pipitan warna putih dengan hiasan warna merah dan biru tua serta yang terakhir adalah warna bangrod latar putih dengan motif merah. Batik Tulungagung Tak seperti batik Jombang, Batik Tulungagung merupakan jenis batik yang sudah berkembang sejak zaman dulu. Diceritakan bahwa perkembangan budaya batik terjadi sejak Tulungagung yang dulunya bernama Bonorowo takluk di tangan kerajaan Majapahit. Beberapa tempat di Tulungagung pun terkenal sebagai sentra batik seperti Desa Sembung dan Desa Majan. Saat ini, terdapat sekitar 86 motif batik Tulungagung yang sudah dikembangkan. Dari 86 motif tersebut, terdapat beberapa motif yang terkenal, di antaranya adalah otif batik “buket ceprik gringsingâ€,â€buket ceprik pacit ungkerâ€, dan “lereng buketâ€. Batik Kediri Batik mungkin bukan menjadi ikon kota Kediri. Orang lebih banyak mengenal kota Kediri sebagai kota tahu. Memang sih, berbagai penganan yang berbahan dasar dari tahu bisa dijumpai di kota ini. Namun jangan salah, batik Kediri juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan batik dari kota lain. Salah satu batik yang menjadi unggulan kota Kediri adalah motif batik bolleches. Motif ini merupakan motif batik yang menggunakan bulatan dan titik-titik. Dikatakan bahwa motif ini sesuai dengan kepribadian warga Kediri yang lembut dan ramah. Selain itu, ada pula motif batik Gumul yang merupakan replika dari monumen simpang lima Gumul. Motif yang satu ini tentu saja tidak akan ditemui di kota lain, karena monumen simpang lima Gumul hanya ada di kota kediri, . JOMBANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Batik 2 Oktober, ada perajin batik di Jombang yang getol mengenalkan potensi budaya khas Jombang. Nunuk Rachmawati, 55, perajin batik asal Dusun Jambu Desa Jabon Kecamatan Jombang mengekspresikan potensi budaya Jombang lewat motif batik tulis. Nunuk belajar membatik dari sang ibu, yang juga perajin batik. Sejak tujuh tahun lalu, ia telah menciptakan empat motif yang mengusung tema budaya khas Jombang. ’’Ada empat motif yang sudah kami patenkan. Sekarang jalan motif kelima,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin 2/10. Motif pertama pesona Jombang. Di motif ini, ia mengekspresikan beberapa potensi unggulan Jombang. Seperti durian bido khas Wonosalam, manik-manik Gudo, cengkeh, kopi dan tembakau. Motif kedua, batik besutan yang mengenalkan budaya besutan sebagai cikal bakal kesenian luduk. Motif ketiga, Rimbi Puro Mojo yang mengenalkan pesona Candi Arimbi di Desa Pulosari, Bareng, sebagai pintu gerbang Majapahit selatan. Keempat Nala Patma Dipa yang juga menggabungkan beberapa unsur budaya khas Jombang. ’’Yang terakhir, kami membuat motif Tunggul Anggraini Bayangkari. Gabungan sejarah Majapahit dengan motif khas Garuda Wishu di Sumberbeji. Serta ada benteng Polri sebagai garda terdepan negara,’’ paparnya. Nunuk membuatnya dalam batik cap dan tulis. Batik tulis disebutnya lebih mahal karena harus melalui proses panjang mulai membuat pola, mencating hingga proses pewarnaan secara berulang kali. ’’Batik tulis kami lebih menonjolkan seni. Butuh keuletan dan kesabaran dari pembatik,’’ jelasnya. Untuk pemasaran, Nunuk tak hanya mengandalkan relasi atau kenalan. Dibantu anak-anaknya yang juga pembatik, Nunuk mulai merintis pemasaran ke luar negeri, khususnya Thaliand. ’’Pemasaran kami selama ini fokus di kota-kota se-Indonesia. Kami juga mulai merambah ke manca negara,’’ tandasnya. Harga batik buatan Nunuk bervariasi. Batik cap ukuran 2 X 1,15 meter Rp 70 ribu – Rp 100 ribu. Batik tulis dijual mulai Rp 300 ribu. ’’Yang paling mahal Rp 7 juta, batik tulis sutra,’’ ungkapnya. Reporter Anggi Fridianto JOMBANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Batik 2 Oktober, ada perajin batik di Jombang yang getol mengenalkan potensi budaya khas Jombang. Nunuk Rachmawati, 55, perajin batik asal Dusun Jambu Desa Jabon Kecamatan Jombang mengekspresikan potensi budaya Jombang lewat motif batik tulis. Nunuk belajar membatik dari sang ibu, yang juga perajin batik. Sejak tujuh tahun lalu, ia telah menciptakan empat motif yang mengusung tema budaya khas Jombang. ’’Ada empat motif yang sudah kami patenkan. Sekarang jalan motif kelima,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin 2/10. Motif pertama pesona Jombang. Di motif ini, ia mengekspresikan beberapa potensi unggulan Jombang. Seperti durian bido khas Wonosalam, manik-manik Gudo, cengkeh, kopi dan tembakau. Motif kedua, batik besutan yang mengenalkan budaya besutan sebagai cikal bakal kesenian luduk. Motif ketiga, Rimbi Puro Mojo yang mengenalkan pesona Candi Arimbi di Desa Pulosari, Bareng, sebagai pintu gerbang Majapahit selatan. Keempat Nala Patma Dipa yang juga menggabungkan beberapa unsur budaya khas Jombang. ’’Yang terakhir, kami membuat motif Tunggul Anggraini Bayangkari. Gabungan sejarah Majapahit dengan motif khas Garuda Wishu di Sumberbeji. Serta ada benteng Polri sebagai garda terdepan negara,’’ paparnya. Nunuk membuatnya dalam batik cap dan tulis. Batik tulis disebutnya lebih mahal karena harus melalui proses panjang mulai membuat pola, mencating hingga proses pewarnaan secara berulang kali. ’’Batik tulis kami lebih menonjolkan seni. Butuh keuletan dan kesabaran dari pembatik,’’ jelasnya. Untuk pemasaran, Nunuk tak hanya mengandalkan relasi atau kenalan. Dibantu anak-anaknya yang juga pembatik, Nunuk mulai merintis pemasaran ke luar negeri, khususnya Thaliand. ’’Pemasaran kami selama ini fokus di kota-kota se-Indonesia. Kami juga mulai merambah ke manca negara,’’ tandasnya. Harga batik buatan Nunuk bervariasi. Batik cap ukuran 2 X 1,15 meter Rp 70 ribu – Rp 100 ribu. Batik tulis dijual mulai Rp 300 ribu. ’’Yang paling mahal Rp 7 juta, batik tulis sutra,’’ ungkapnya. Reporter Anggi Fridianto Artikel Terkait JOMBANG – Bupati Mundjidah Wahab komitmen mempromosikan Batik Jombangan. Salah satu caranya, mengenalkan desain batik lokal dalam momentum Jombang Fashion on The Street dalam rangkaian Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112. Bupati merasa kagum ternyata Batik Jombang bisa terlihat memukau dan anggun jika didesain dengan baik. Berbekal warna alam dengan desain indah, maka batik khas Jombang bisa tampil cantik dan elegan. Hal itu ditunjukkan Lia Afif desainer nasional arek Jombang di Pendopo Jombang, kemarin 4/10. “Atas nama pribadi dan Pemkab Jombang saya merasa bangga, di Jombang ada desainer yang namanya sudah terkenal dimana-mana karena tangan kreatifnya,” ujarnya. Baju karya Lia Afif sudah cukup menasional. Untuk itu ia sengaja mengundang untuk mendesain batik khas Jombang. ”Ini juga akan kita kenalkan saat momentum Hari Jadi Pemkab Jombang, 15 Oktober di Pendopo Jombang nanti,’’ papar dia. Bupati menguraikan, berbagai upaya mempromosikan batik Jombang terus digaungkan. Salah satunya, mengikutsertakan batik khas Jombang di ajang Surabaya Fashion Street pekan depan. Termasuk berbagai ajang pameran lainnya. ”Dengan begitu kita ingin batik Jombang lebih dikenal luas guna meningkatkan nilai jual batik khas,’’ tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia mendorong agar para desainer maupun perajin batik di Jombang terus berinovasi untuk mengenalkan batik Jombang. Pemkab Jombang siap memfasilitasi berbagai upaya untuk mengenalkan batik Jombang. ”Kita komitmen mengenalkan batik keluar daerah, salah satunya melalui pameran yang akan diikuti mbak Lia Afif,’’ tegas Mundjidah. Sementara itu, Lia Kusuma Ningdiah, 47, desainer fashion asal Sambongdukuh Jombang, mengaku berkolaborasi dengan salah satu pembatik lokal untuk membuat batik khas Jombang. Motif yang diusung tetap mengenalkan aneka keragaman Jombang. ”Untuk motif batik kita berkolaborasi dengan salah satu pembatik di Jombang. Motif ini mengenalkan aneka keragaman yang ada di Jombang,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Lia Afif ini. Agar tampilan terlihat berbeda dengan batik pada umumnya, ia menggunakan warna alam. Prosesnya rumit dan membutuhkan beberapa tahap. Namun hasilnya dinilai luar biasa. ”Warna alam ini memberikan kesan elegan dan soft dipandang mata. Tidak terlalu mencolok,’’ tambahnya. Ia optimistis, desain batik yang ia kenalkan bakal banyak diminati masyarakat. Ke depan, dirinya yang sekarang berdomosili di Surabaya berharap, para pengrajin batik lokal lebih berinovasi dalam membuat batik dengan motif khas Jombang. ”Kreatifitas perajin ke depan harus ditingkatkan,’’ tegasnya. ang/bin/riz Reporter Anggi Fridianto JOMBANG – Bupati Mundjidah Wahab komitmen mempromosikan Batik Jombangan. Salah satu caranya, mengenalkan desain batik lokal dalam momentum Jombang Fashion on The Street dalam rangkaian Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112. Bupati merasa kagum ternyata Batik Jombang bisa terlihat memukau dan anggun jika didesain dengan baik. Berbekal warna alam dengan desain indah, maka batik khas Jombang bisa tampil cantik dan elegan. Hal itu ditunjukkan Lia Afif desainer nasional arek Jombang di Pendopo Jombang, kemarin 4/10. “Atas nama pribadi dan Pemkab Jombang saya merasa bangga, di Jombang ada desainer yang namanya sudah terkenal dimana-mana karena tangan kreatifnya,” ujarnya. Baju karya Lia Afif sudah cukup menasional. Untuk itu ia sengaja mengundang untuk mendesain batik khas Jombang. ”Ini juga akan kita kenalkan saat momentum Hari Jadi Pemkab Jombang, 15 Oktober di Pendopo Jombang nanti,’’ papar dia. Bupati menguraikan, berbagai upaya mempromosikan batik Jombang terus digaungkan. Salah satunya, mengikutsertakan batik khas Jombang di ajang Surabaya Fashion Street pekan depan. Termasuk berbagai ajang pameran lainnya. ”Dengan begitu kita ingin batik Jombang lebih dikenal luas guna meningkatkan nilai jual batik khas,’’ tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia mendorong agar para desainer maupun perajin batik di Jombang terus berinovasi untuk mengenalkan batik Jombang. Pemkab Jombang siap memfasilitasi berbagai upaya untuk mengenalkan batik Jombang. ”Kita komitmen mengenalkan batik keluar daerah, salah satunya melalui pameran yang akan diikuti mbak Lia Afif,’’ tegas Mundjidah. Sementara itu, Lia Kusuma Ningdiah, 47, desainer fashion asal Sambongdukuh Jombang, mengaku berkolaborasi dengan salah satu pembatik lokal untuk membuat batik khas Jombang. Motif yang diusung tetap mengenalkan aneka keragaman Jombang. ”Untuk motif batik kita berkolaborasi dengan salah satu pembatik di Jombang. Motif ini mengenalkan aneka keragaman yang ada di Jombang,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Lia Afif ini. Agar tampilan terlihat berbeda dengan batik pada umumnya, ia menggunakan warna alam. Prosesnya rumit dan membutuhkan beberapa tahap. Namun hasilnya dinilai luar biasa. ”Warna alam ini memberikan kesan elegan dan soft dipandang mata. Tidak terlalu mencolok,’’ tambahnya. Ia optimistis, desain batik yang ia kenalkan bakal banyak diminati masyarakat. Ke depan, dirinya yang sekarang berdomosili di Surabaya berharap, para pengrajin batik lokal lebih berinovasi dalam membuat batik dengan motif khas Jombang. ”Kreatifitas perajin ke depan harus ditingkatkan,’’ tegasnya. ang/bin/riz Reporter Anggi Fridianto Artikel Terkait

gambar motif batik jombang